6 Cara Mendapatkan Fasilitas Telemedicine Gratis untuk Masyarakat yang Isoman

Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak aktivitas tatap muka dikurangi bahkan dilarang. Termasuk pada layanan kesehatan, layanan tatap muka diminimalisir dan digantikan dengan layanan telemedicine gratis. Telemedicine adalah layanan untuk konsultasi kesehatan secara online. Cara ini menjadi solusi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu keluar rumah. 

Apalagi bagi para masyarakat yang sedang isolasi mandiri atau isoman sangat membutuhkan pelayanan ini. Saat ini di Indonesia, masyarakat yang sedang isoman bisa mendapatkan fasilitas ini secara gratis. Bahkan sampai pengantaran obat pun gratis. Bagaimana cara mendapatkannya? Berikut ini adalah ulasan tahapan-tahapannya. 

Gunakan layanan telemedicine melalui smartphone selama isoman
  1. Melakukan tes PCR atau swab antigen terlebih dahulu 

Untuk melakukan isoman dan mendapatkan fasilitas ini tentu saja, harus ada bukti valid pemeriksaan virus Covid-19. Maka pasien harus melakukan tes terlebih dahulu bisa dengan tes PCR maupun swab antigen. Tes lebih baik dilakukan di laboratorium atau fasilitas kesehatan yang sudah terafiliasi dengan database pemerintah. 

Hal ini akan memudahkan deteksi kasus positif virus Covid-19. Biasanya ketika data pasien positif sudah masuk dalam database, maka pasien yang positif secara otomatis akan mendapatkan chat WhatsApp dari Kementerian Kesehatan RI. 

  1. Memilih platform untuk melakukan telemedicine 

Pada pesan WhatsApp yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan RI akan ada kode voucher yang bisa digunakan pasien untuk melakukan telemedicine gratis. Pasien bisa memilih untuk melakukan telemedicine dari 11 platform yang sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI. 

Pada chat WhatsApp itu pula akan dicantumkan platform-platform apa saja yang sudah bekerja sama dengan  Kementerian Kesehatan RI. Pasien tinggal memilih platform mana yang paling nyaman dan ingin digunakan. 

  1. Melakukan konfirmasi pada dokter 

Sebelum sesi konsultasi, pasien harus mengonfirmasikan pada Dokter bahwa pasien termasuk pasien bawaan dari Kementerian Kesehatan RI. Sehingga pasien tidak akan dipungut biaya apapun dalam sesi konsultasi maupun saat ada obat yang harus ditebus. Hal ini juga agar dokter mengetahui bahwa pasien termasuk pasien isoman sehingga konsultasi bisa dilakukan berdasarkan gejala virus Covid-19. 

  1. Melakukan konsultasi secara daring 

Lakukan konsultasi secara daring seperti petunjuk yang diberikan oleh platform. Konsultasi secara daring bisa dilakukan melalui media chat maupun video call dengan dokter yang bertugas. Jika diperlukan nantinya dokter akan memberikan resep obat pada pasien. Resep obat yang diberikan juga dalam bentuk digital biasanya dalam format PDF. 

  1. Menebus obat dari resep yang diberikan 

Untuk mendapatkan obat yang sudah diresepkan, pasien tidak perlu pergi ke Apotek secara langsung. Karena selain bekerja sama dengan platform telemedicine gratis, Kementerian Kesehatan RI juga sudah bekerja sama dengan jaringan apotek Kimia Farma. 

Pasien bisa menghubungi nomor WhatsApp dari Apotek Kimia Farma dengan menyertakan resep digital yang sudah berikan. Jangan lupa untuk menyertakan juga KTP dan alamat pengiriman agar bisa ditentukan Apotek Kimia Farma terdekat untuk pengantaran. 

  1. Menunggu obat datang 

Obat yang sudah dipesan biasanya akan datang kurang dari 24 jam ke alamat pengirim tergantung kesibukan pengiriman Apotek Kimia Farma. Ketika sudah mendapatkan obat yang sudah diresepkan, pasien tidak perlu membayar biaya apapun. Karena mulai dari biaya konsultasi, obat, sampai pengantarannya sudah ditanggung oleh Kementerian Kesehatan RI. 

Itulah cara mendapatkan fasilitas telemedicine gratis, harap diingat bahwa fasilitas ini hanya berlaku pada pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri di Rumah. Jadi bagi pasien biasa tidak diperkenankan untuk mendapatkan fasilitas ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *