Anda Mengalami Luka? Atasi dengan Dermafix T

Luka terbuka adalah cidera yang melibatkan rusaknya jaringan tubuh internal ataupun eksternal, dan biasanya melibatkan kulit. Hampir semua orang pasti akan pernah mengalami luka terbuka ini dalam suatu waktu di hidup mereka. Namun, kebanyakan luka terbuka bersifat ringan dan dapat dirawat di rumah menggunakan plester seperti Dermafix T. 

Terjatuh, kecelakaan yang melibatkan benda-benda tajam, atau bahkan kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab utama terjadinya luka terbuka. Dalam kasus yang lebih parah, Anda harus mencari bantuan perawatan medis secepatnya. Terutama apabila luka terbuka mengeluarkan banyak darah yang terus menerus terjadi selama lebih dari 20 menit. 

Ada 4 (empat) jenis luka terbuka, yang diklasifikasikan berdasarkan penyebab luka tersebut. Beberapa di antaranya bersifat cukup ringan dan dapat diobati di rumah menggunakan Dermafix T. Namun, ada pula penyebab luka yang bersifat parah dan penanganan kegawatdaruratan medis perlu dilakukan secepatnya. 

  • Abrasi. Abrasi terjadi ketika kulit Anda menggosok atau menggaruk permukaan yang keras dan kasar. Luka saat Anda terjatuh di jalan raya merupakan salah satu contoh dari abrasi. Dalam jenis ini, biasanya luka tidak akan menimbulkan banyak darah. Namun, luka tetap harus dibersihkan dan dirawat menggunakan Dermafix T untuk mencegah terjadinya infeksi. 
  • Laserasi. Ini adalah jenis luka yang menyebabkan luka dalam pada kulit. Cedera akibat penggunaan pisau, peralatan, atau mesin berat merupakan penyebab utama terjadinya laserasi. Dalam kasus laserasi yang dalam, pendarahan dapat bersifat cepat dan hebat. 
  • Tusukan. Tusukan adalah lubang kecil yang disebabkan oleh benda tajam dan panjang, seperti paku atau jarum. Terkadang, peluru juga dapat menyebabkan luka tusukan. Tusukan mungkin tidak akan mengeluarkan banyak darah, namun luka jenis ini biasanya bersifat dalam dan dapat merusak organ internal. Apabila Anda memiliki luka tusukan kecil, tetaplah untuk mengunjungi dokter untuk mendapatkan suntikan tetanus dan mencegah terjadinya infeksi. 
  • Avulsi. Avulsi adalah robekan sebagian atau sepenuhnya kulit dan jaringan di bawahnya. Avulsi biasanya terjadi pada saat kecelakaan parah, misalnya kecelakaan mobil, ledakan, dan luka tembakan. Avulsi akan menyebabkan pendarahan besar dan cepat, dan membutuhkan perawatan kegawatdaruratan segera. 

Beberapa jenis luka dapat diobati di rumah menggunakan Dermafix T. Namun, tidak sedikit yang membutuhkan kunjungan ke dokter atau rumah sakit guna mendapatkan pendekatan medis. Perawatan luka ringan cukup mudah. Pertama, cuci dan desinfeksi luka untuk membersihkan debu dan kotoran. Anda bisa menggunakan tekanan langsung atau elevasi untuk mengatur pendarahan dan pembengkakan. 

Ketika menutup luka, pastikan Anda selalu menggunakan perban yang steril. Luka yang kecil dapat sembuh tanpa perlu diperban. Anda bisa menggunakan Dermafix T untuk menutup luka tersebut agar mematikan bakteri dan kuman tidak masuk melewati celah luka dan menimbulkan infeksi.

Meskipun luka telah ditutup dengan perban atau Dermafix T, Anda harus menjaga daerah yang luka tetap kering dan bersih selama kurang lebih 5 hari. Anda juga perlu mendapatkan cukup istirahat hingga luka benar-benar sembuh. Rasa nyeri biasanya akan menjadi salah satu gejala tambahan saat Anda memiliki luka terbuka. 

Dalam kasus ini, Anda boleh meminum acetaminophen sesuai dengan rekomendasi dosis yang tertera dalam kemasan produk. Namun, Anda perlu menghindari produk-produk yang mengandung aspirin karena obat jenis ini dapat memperlama pendarahan. Jika luka menyebabkan lebam dan pembengkakan, gunakan es untuk mengompresnya. Jangan mencabut luka yang telah mengering karena hal ini dapat menimbulkan pendarahan baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *