Apakah Susu Kedelai Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil?

Periode mengandung membuat banyak ibu hamil lebih berhati-hati untuk memilih apa yang akan dikonsumsi, termasuk salah satunya adalah konsumsi susu kedelai untuk ibu hamil.

Salah satu kekhawatiran soal keamanan susu kedelai adalah kandungan isoflavon yang menyerupai hormon estrogen pada wanita. Masih belum jelas soal risikonya pada kehamilan.

Lalu apa artinya perempuan tidak boleh minum susu kedelai saat hamil? Berikut beberapa ulasan mengenai konsumsi susu kedelai di masa kehamilan.

Kandungan susu kedelai yang jadi perhatian

Kedelai mengandung senyawa bernama isoflavon, ini adalah estrogen yang ada pada tanaman. Nah senyawa ini ternyata mirip dengan hormon estrogen yang ada pada wanita.

Hormon estrogen pada wanita berperan pada perkembangans eks, siklus menstruasi, dan kehamilan. Para peneliti belum sepenuhnya mengetahui apakah isoflavon ini memiliki cara kerja yang sama dengan hormon estrogen terhadap tubuh wanita.

Namun, isoflavon dipercaya bisa memicu komplikasi pada kehamilan apabila dikonsumsi melebihi batas tertentu.

Apakah susu kedelai aman untuk ibu hamil?

Selama dikonsumsi dalam batas wajar dan diimbnagi pola makan yang seimbang, mengonsumsi susu kedelai selama masa kehamilan aman.

Susu kedelai menjadi salah satu opsi minuman penuh nutrisi untuk ibu hamil. Ini juga sangat cocok untuk kamu yang menjalani pola makan vegan atau kamu yang memiliki masalah intoleransi laktosa dan tidak dapat mengonsumsi susu sapi.

Tips aman mengonsumsi susu kedelai pada masa kehamilan

Berikut beberapa tips untuk ibu hamil yang ingin mulai mengonsumsi susu kedelai sebagai salah satu asupan hariannya:

1. Berapa batas konsumsinya?

Selama dikonsumsi dalam jumlah sedang, susu kedelai aman diminum selama kehamilan dan tidak akan mengganggu pertumbuhan janin.

Melansir Mom Junction, kamu dapat mengonsumsi hingga 4 porsi susu kedelai per harinya. Jika kamu tidak memiliki alergi pada susu kedelai, maka konsumsi 1 gelas aman untuk kamu konsumsi.

Namun konsumsi harian tiap ibu hamil bisa berbeda, jadi ada baiknya selalu mengkonsultasikan apapun yang kamu konsumsi selama kehamilan. Apalagi selama kehamilan imun akan melemah, salah makan bisa berakibat fatal.

2. Anjuran konsumsi untuk vegan

Jika kamu mengonsumsi susu kedelai sebagai alternatif susu sapi, entah karena vegan atau intoleransi laktosa, ada hal penting yang harus kamu perhatikan.

Pastikan kamu mendapatkan cukup asupan yodium dari makanan yang kamu konsumsi. Produk alternatif susu sapi seperti susu kedelai dan susu almond memiliki kandungan yodium yang rendah.

Padahal yodium ini sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Jadi pastikan kamu melakukan pola makan seimbang dengan makanan yang kaya akan yodium.

3. Perhatian bagi penderita hipotiroidisme 

Jika kamu sedang hamil dan punya masalah berupa hipotiroidisme, sebaiknya batasi konsumsi produk kedelai.

Kandungan fitoestrogen pada kedelai ditemukan dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara pada wanita. Patikan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya ya.

4. Pilih produk yang diformulasikan khusus untuk bumil

Tips aman yang terakhir adalah memilih produk susu kedelai yang memang diformulasikan khusus untuk masa kehamilan.

Ini artinya berbagai kandungan yang ada di dalam produk tersebut sudah ditakar sedemikian rupa sehingga aman untuk ibu dan perkembangan bayi selama di kandungan.

Gejala yang harus diwaspadai

Pada beberapa kasus, konsumsi susu kedelai dapat menimbulkan efek samping pada ibu hamil. Maka dari itu, kamu harus selalu memantau kesehatan dan gejala yang muncul.

Berikut beberapa efek samping yang bisa saja muncul selama konsumsi susu kedelai:

  • Pada beberapa ibu hamil isoflavon pada kedelai dapat menyebabkan migrain
  • Gejala alergi mulai dari ruam, bengkak, gatal, kesulitan bernapas, dan muntah setelah minum susu kedelai
  • Pada kasus yang sangat sedikit susu kedelai dapat menyebabkan anafilaksis atau gejala alergi berat

Efek samping susu kedelai pada ibu hamil di atas umumnya adalah kasus yang jarang. Jadi. penting untuk selalu konsultasi dengan dokter dan memilih produk terbaik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *