Category: Dokter

Jenis Penyakit yang Diatasi Oleh Dokter Spesialis Saraf

Salah satu tindakan yang dilakukan dalam kajian neurologi adalah elektroensefalografi

Neurologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang khusus membahas soal sistem saraf manusia. Mulai dari kinerja hingga penyakit yang menyertainya. Dokter yang menangani neurologi disebut neurologis atau dokter spesialis saraf

Sistem saraf manusia sendiri berlangsung sangat kompleks dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengatur serta mengoordinasikan seluruh gerakan tubuh. Sistem saraf manusia terdiri atas dua bagian besar, yaitu:

  • Sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak serta sumsum tulang belakang.
  • Sistem saraf periferal, yakni merupakan elemen saraf di sekujur tubuh Anda, seperti pada mata, telinga, kulit, hingga reseptor sensorik lainnya.

Sistem saraf dalam tubuh bisa mengalami gangguan akibat berbagai faktor, mulai dari trauma, infeksi, tumor, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga kelainan aliran darah. Ketika terjadi penyakit pada sistem saraf, penderitanya bisa kesulitan untuk bergerak, berbicara, berpikir, bahkan hilang ingatan.

Beberapa gangguan yang mungkin terjadi pada sistem saraf antara lain.

  1. Meningitis

Meningitis atau radang selaput otak adalah salah satu jenis penyakit saraf yang kerap dialami seseorang, terutama pada bayi, anak-anak, dan remaja. Peradangan pada selaput otak ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, tetapi bisa juga terjadi akibat penyakit non-infeksi, seperti alergi obat atau sarkoidosis. Penderita meningitis biasanya mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala yang hebat, demam tinggi, dan leher kaku. Apabila penyakit ini tidak ditangani dengan cepat dan tepat, meningitis bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada otak dan memicu komplikasi seperti kejang dan gagal ginjal.

  1. Stroke

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika sel-sel otak mulai rusak, penderita stroke dapat mengalami beberapa gejala, seperti mati rasa pada wajah, kesulitan dalam berbicara, berjalan, dan melihat, sakit kepala yang hebat, bahkan kelumpuhan.

  1. Multiple Sclerosis

Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah jenis penyakit saraf yang berisiko tinggi mengenai otak dan sumsum tulang belakang. Faktanya, penyakit saraf ini merupakan penyebab kecacatan paling umum pada orang-orang berusia 20–30 tahun. Multiple sclerosis bisa memengaruhi penglihatan, gerakan lengan atau kaki, dan keseimbangan tubuh penderitanya. Gejala awal yang bisa dirasakan adalah kelelahan, kesemutan, mati rasa, penglihatan kabur, dan otot kaku.

  1. Epilepsi

Epilepsi atau yang biasa disebut dengan ayan adalah penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang yang berulang tanpa pemicu yang jelas. Kelainan pada aktivitas listrik otak bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain trauma di kepala, gula darah yang sangat rendah, demam tinggi, dan pengaruh alkohol. Gejala kejang yang dialami penderita epilepsi biasanya berupa gerakan tangan dan kaki yang tak terkendali atau aneh dan berulang, kehilangan kesadaran, serta kebingungan.

  1. Bell’s Palsy

Bell’s palsy adalah penyakit saraf yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah. Kondisi ini terjadi ketika saraf perifer yang mengontrol otot wajah mengalami peradangan, pembengkakan, atau penekanan. Pada Bell’s palsy, satu sisi wajah penderitanya akan menjadi kaku, sehingga ia kesulitan tersenyum atau menutup mata. Dalam sebagian besar kasus, gejala bersifat sementara dan akan hilang setelah beberapa minggu.

Selain yang disebutkan di atas, tumor otak atau tumor sumsum tulang belakang, ALS, neuropati perifer, penyakit Parkinson, penyakit saraf motorik, dan penyakit Alzheimer juga termasuk jenis penyakit saraf yang bisa terjadi. Jadi, itulah beberapa jenis penyakit yang ditangani oleh dokter spesialis saraf.