Cara Memprediksi Ciri-ciri Bayi Masuk Panggul

Ciri-ciri bayi masuk panggul kerap jadi bahan perbincangan oleh banyak orang terutama bagi para wanita yang sedang hamil. Hal ini karena bayi masuk panggul merupakan pertanda pertama bahwa tubuh sudah mulai mempersiapkan proses melahirkan.

Ciri-ciri bayi masuk panggul dapat mengacu pada suatu istilah yang disebut dengan lightening yang dapat berarti bahwa persalinan sudah dekat. Hal ini terjadi saat kepala bayi sudah masuk lebih rendah ke daerah panggul.

Ada 11 stasiun (-5 hingga +5) yang dapat menggambarkan posisi kepala bayi di dalam panggul. Stasiun tertinggi adalah -5 yang merupakan posisi di mana kepala bayi masih mengambang di atas pinggul. Sedangkan posisi terendah yaitu +5, saat kepala bayi terlihat jelas dari luar. Pada umumnya, bayi akan bergerak lebih rendah dan semakin rendah saat proses persalinan berlangsung. 

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui cara yang tepat untuk memprediksi kapan bayi masuk panggul. Hal ini disebabkan karena proses tersebut dapat terjadi berbeda untuk setiap wanita. 

Terkadang, bayi tidak akan turun sampai awal persalinan. Namun, pada umumnya seorang wanita yang sedang hamil anak pertama akan melihat bayi masuk panggul sekitar dua minggu sebelum dilaksanakan proses persalinan. Selain itu, tidak mungkin untuk memprediksi waktu bayi masuk panggul untuk wanita yang pernah memiliki bayi sebelumnya.

Namun, Anda bisa mengetahui tanda-tandanya dengan mencari tahu seputar ciri-ciri bayi masuk panggul seperti berikut ini.

1. Anda Mampu Bernapas Lebih lega

Saat bayi masuk panggul, secara fisik bayi tersebut jatuh ke panggul Anda. Hal ini akan menimbulkan sedikit tekanan pada diafragma, yang memungkinkan Anda untuk bisa bernapas lebih mudah.

2. Anda Merasakan Lebih Banyak Tekanan

Saat bayi mulai masuk panggul, Anda mungkin akan merasakan beberapa tekanan menjadi meningkat di panggul Anda. Hal ini karena saat bayi turun, kepalanya cenderung bertumpu di area atas serviks sehingga akan menempati lebih banyak ruang di bagian bawah jalan lahir. Hal ini dapat menimbulkan Anda berjalan dengan cara yang aneh.

3. Sering Buang Air Kecil

Karena kepala bayi menekan pada bagian panggul, hal ini dapat berpengaruh pada kandung kemih. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Anda merasa seperti ingin selalu buang air kecil.

4. Mampu Makan Lebih Banyak dalam Sekali Duduk

Saat bayi berada di atas rahim, maka posisi bayi akan menekan perut Anda. Hal ini akan membuat Anda menjadi mudah merasa kenyang dengan cepat. Namun, saat posisi bayi turun, akan ada lebih banyak ruang di perut yang dapat diisi dengan makanan.

5. Perut Menggantung Lebih Rendah

Seringkali orang-orang akan mengetahui bahwa bayi Anda sudah masuk panggul. Hal ini karena posisinya tampak lebih turun dari sebelumnya. Selain itu, Anda mungkin memperhatikan bahwa ada lebih banyak ruang antara payudara dan bagian atas perut.

6. Terjadi Kontraksi Palsu

Ciri-ciri bayi masuk panggul berikutnya yaitu meningkatnya kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hicks. Hal ini dapat terjadi akibat dirangsang oleh tekanan kepala bayi pada leher rahim.

7. Peningkatan Debit Lendir

Berat bayi di leher rahim dapat menimbulkan keluarnya lebih banyak lendir dari vagina. Hal ini terkadang dialami sebagai keluarnya gumpalan cairan yang disebut dengan nama sumbat lendir.

Jika ciri-ciri bayi masuk panggul belum juga terlihat, Anda tidak perlu khawatir. Hal itu karena bayi masuk panggul bisa terjadi beberapa minggu sebelum melahirkan atau sampai persalinan dimulai. Jika Anda melahirkan sebelum proses bayi masuk panggul terjadi, Anda mungkin memiliki periode persalinan yang lebih lama karena tubuh Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memindahkan bayi ke posisi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *