Mengenal Jenis-Jenis Cyber Bullying

Berkat pembelajaran jarak jauh, hampir semua kegiatan sekolah dilakukan secara online. Mulai dari anak prasekolah hingga perkuliahan, semuanya melakukan pembelajaran menggunakan internet. Penggunaan internet oleh anak-anak dan remaja memang memiliki sisi positif namun dibalik sisi positif tersebut tersimpan bahaya cyber bullying atau perundungan online yang dapat menimpa anak-anak dan remaja.

Cyber bullying adalah perundungan, pengancaman dan pelecehan yang menggunakan internet. Meski tidak secara langsung, namun perundungan online sama-sama mempengaruhi mental korban seperti bullying verbal atau fisik secara langsung. Cyber bullying bisa terjadi melalui platform seperti:

  • Media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, Snapchat atau TikTok.
  • Komunitas Game Online.
  • Aplikasi pesan seperti Whatsapp atau Line.
  • Forum online seperti Kaskus.
  • Email

Jenis Cyber Bullying

Cyber bullying lebih berbahaya daripada bullying secara langsung, karena menggunakan media online, maka semua orang di seluruh dunia dapat mengaksesnya. Ada berbagai macam jenis penyerangan secara online yang meliputi:

1. Intimidasi

Remaja dan anak-anak banyak menggunakan internet untuk melakukan intimidasi dan gangguan kepada orang lain seperti:

  • Memposting komentar kasar atau penghinaan melalui opsi chat pada game online.
  • Memposting ancaman atau berita bohong melalui media sosial seperti Instagram, Twitter atau TikTok.
  • Melecehkan atau mengancam melalui aplikasi pesan instan.

2. Peniruan

Pelaku perundungan online kerap melakukan peniruan yang bisa membuat kesalahpahaman serta merugikan orang yang ditirunya. Bentuk peniruan yang dilakukan yaitu:

  • Membuat nama akun yang mirip dengan korban lalu memposting kata-kata kasar atau makian sambil berpura-pura menjadi korban.
  • Berpura-pura menjadi orang lain guna memikat lawan jenis atau yang biasa disebut catfishing.
  • Membuat media sosial palsu atas nama korban dengan menggunakan foto korban lalu memposting kata-kata jahat, menyakitkan dan menyinggung secara online.
  • Mengambil alih akun korban dan berpura-pura menjadi korban, lalu memposting kata-kata kasar yang bisa menyinggung teman-teman korban.

3. Mengunggah Foto atau Video Tidak Pantas

Cyber bullying juga bisa berupa penggunaan foto dan gambar tidak pantas yang dapat mempermalukan korban. Penggunaan foto tidak pantas tersebut bisa berupa;

  • Memposting foto atau video tidak senonoh korban dan menyebarkannya melalui platform online baik itu di media sosial, forum dan lainnya.
  • Mengirim email atau pesan text kepada banyak orang sambil menyertakan foto tidak senonoh korban.
  • Secara sengaja, mengambil foto atau video tanpa izin saat korban mengganti baju ataupun saat korban berada di kamar mandi.
  • Menggunakan foto atau video tidak senonoh korban guna memeras atau mengancam korban demi memenuhi keinginan pelaku.
  • Menggunakan foto untuk mempermalukan seseorang yang biasanya seorang gadis, dengan kata-kata berbau seksual dengan niat merendahkan karena pakaiannya yang tidak sesuai atau karena banyak pria yang dikencani gadis tersebut.
  • Merekam insiden intimidasi atau perundungan melalui smartphone dan menyebarkannya melalui platform online dengan tujuan agar pelaku mengalami perundungan online.

Selain keempat jenis tersebut, perundungan online juga bisa berupa:

  • Mengecualikan teman sekelas atau korban dalam grup chat online.
  • Mengirim virus atau spyware melalui email yang salah satunya bertujuan untuk memata-matai korban.
  • Menyiapkan grup chat yang khusus untuk menjelekkan seseorang.
  • Menggunakan media sosial untuk melakukan polling seperti polling tentang siapa yang paling tidak menarik.
  • Menyebarkan informasi pribadi korban seperti nomor telepon atau alamat rumah yang membuat korban menjadi incaran predator online.

Jika kamu mengalami perundungan online oleh teman sekolah, kamu bisa membicarakannya kepada guru yang bisa Anda percaya. Atau kamu juga bisa menghubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA) di nomor 1500 771, atau Whatsapp 081238888002 untuk bercerita mengenai cyber bullying yang Anda alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *