Mengenal Ruang Cath Lab yang Ada di RS Indriati

RS Indriati memiliki fasilitas ruang cath lab untuk pemeriksaan pembuluh darah.

RS Indriati bukan hanya rumah sakit yang menyediakan layanan unit jalan dan darurat, tetapi rumah sakit ini memiliki banyak fasilitas lengkap. Salah satu yang dimiliki adalah ruang Cath Lab atau biasa disebut juga ruang Angiografi. Cath Lab adalah ruangan untuk melakukan pemeriksaan pada pembuluh darah arteri tubuh seperti arteri koroner, arteri serebral, arteri perifer dan sebagainya. 

Pada ruangan Cath Lab dapat dilakukan pemeriksaan ruang-ruang jantung pada kasus penyakit jantung bawaan dengan tujuan untuk mengetahui tekanan dan saturasi oksigen di masing- masing ruang jantung. 

Bagi Anda yang belum mengetahui secara detail apa itu ruangan Cath Lab yang dimiliki oleh RS Indriati dan apa saja yang dapat dilakukan melalui pemeriksaannya, lebih detailnya lihat informasi berikut.

Angiografi koroner

Adalah pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mengamati pembuluh darah jantung dengan menggunakan teknologi pencitraan sinar-X. Prosedur ini dilakukan untuk mengamati bagaimana darah mengalir melalui arteri jantung dan menentukan apakah terdapat penyumbatan atau penyempitan arteri. Prosedur ini membantu dalam mendiagnosa dan menangani kondisi yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Efek samping penggunaan fasilitas ruang cath lab

Sama seperti prosedur pemeriksaan medis lainnya, ada beberapa resiko, tetapi masalah serius jarang dijumpai. Kebanyakan orang tidak mempunyai masalah, dan jika dokter telah merekomendasikan pemeriksaan ini, artinya manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan ini jauh lebih besar melampaui resiko yang mungkin terjadi. 

Masalah yang dapat terjadi adalah memar kecil di sekitar tempat penusukan (masuknya kateter), namun biasanya hilang dalam beberapa hari. Benjolan di arteri tempat penusukan atau iritasi pada saraf sekitarnya (dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan lokal yang bersifat sementara). Masalah lain juga jarang dijumpai adalah reaksi alergi terhadap bahan kontras. Masalah yang lebih serius dapat terjadi, terutama pada pasien yang beresiko tinggi, dan hal ini dapat didiskusikan dengan dokter anda.

Persiapan sebelum melakukan angiografi koroner

– Tes darah, Elektrokardiografi, Treadmill, Rontgen dada.

– Datang ke rumah sakit pada pagi hari dan berpuasa 3-4 jam sebelum prosedur.

– Bila anda sudah berada di rumah sakit, dokter akan menjelaskan prosedur yang akan dilakukan dan meminta surat persetujuan tindakan medis.

– Anda akan dicukur pada daerah di mana kateter akan dimasukan, semua perhiasan dilepas dan memakai pakaian khusus.

Prosedur pemeriksaan kateterisasi jantung

– Tindakan hanya dilakukan di ruang angiografi/cath lab.

– Tindakan diawali dengan melakukan pembiusan lokal di pergelangan tangan kanan atau lipatan paha, sehingga pada saat tindakan pasien tetap sadar dan dapat berkomunikasi dengan dokter selama tindakan dilakukan.

– Dokter menggunakan kateter/selang halus yang dimasukan melalui pembuluh darah arteri sehingga mencapai pembuluh darah arteri sehingga mencapai pembuluh darah aorta dan ditempatkan pada posisi muara arteri koroner.

– Zat kontras akan diinjeksikan melalui kateter sehingga pembuluh darah koroner akan terlihat oleh sinar X dan dokter dapat melihat pembuluh darah mana yang tersumbat/ bermasalah.

– Tindakan ini berlangsung ± 30 menit dan dalam keadaan sadar.

Prosedur setelah tindakan kateterisasi

Setelah prosedur, kateter akan dilepas dan Anda mungkin mengalami sedikit pendarahan. Jika demikian, perawat atau dokter akan menekan luka sebentar atau memasukkan sumbat yang disebut angioseal. Selain itu, Anda mungkin diminta untuk tetap berbaring setelahnya, dalam waktu yang singkat setelah angiogram, atau beberapa jam setelah ablasi. 

Anda akan diperbolehkan pulang pada hari yang sama dengan angiogram. Jika Anda pernah menjalani angioplasti, ablasi atau alat pacu jantung atau implantasi ICD, bisa jadi pada hari yang sama atau keesokan harinya. Jika Anda pernah menjalani angioplasti darurat untuk serangan jantung, Anda perlu tinggal di rumah sakit lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *