Tagged: faskes

Mengetahui Fungsi, Persiapan, dan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium di Prodia Pekanbaru

Pemeriksaan laboratorium bukanlah hal yang asing di dalam dunia kesehatan. Jika dokter membutuhkan data pendukung mengenai kondisi pasien, maka dokter akan merujuk pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Salah satu laboratorium yang bisa melakukan pengecekan lengkap adalah Laboratorium Klinik Prodia Pekanbaru Cempaka.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan mengambil sampel dari pasien yang bisa berbentuk darah, urine, sputum atau dahak, kerokan kulit, dan cairan tubuh lainnya. Sampel ini kemudian dianalisis untuk membantu dokter melakukan diagnosa.

Tidak hanya bagi orang yang sedang sakit, pemeriksaan laboratorium juga dapat membantu orang yang sehat untuk memperoleh banyak manfaat. Orang yang sehat bisa melakukan Medical Check Up secara rutin dan berkala sehingga dapat memantau kesehatannya.

Fungsi Pemeriksaan Laboratorium

Beberapa tujuan dilakukan pemeriksaan laboratorium diantaranya seperti:

  • Mendeteksi penyakit
  • Menentukan risiko kesehatan
  • Memantau perkembangan penyakit
  • Memantau perkembangan pengobatan

Dengan melakukan pemeriksaan laboratorium sedini mungkin, maka akan membantu dokter untuk memberikan pengobatan yang tepat sehingga mengurangi risiko penyakit menjadi parah.

Persiapan Melakukan Pemeriksaan Laboratorium

Persiapan pasien sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium berbeda-beda, tergantung dari pemeriksaan apa yang akan dijalani. Namun, terdapat beberapa persiapan umum yang bisa dilakukan, diantaranya adalah:

  • Berpuasa

Sebelum pemeriksaan darah, pasien harus berpuasa minimal 10 jam. Untuk pemeriksaan glukosa, puasa harus dilakukan minimal 8 jam, dan untuk pemeriksaan trigliserida, pasien harus berpuasa selama 12 jam.

Pasien tidak diperbolehkan untuk makan dan minum selama berpuasa, kecuali air putih. Jika mengonsumsi makanan dan minuman selain air putih, kandungan gizi dari makanan dan minuman akan diserap ke aliran darah sehingga memberikan dampak langsung pada tingkat lemak, besi, dan glukosa darah. Dengan berpuasa, akan membantu mengurangi variabilitas substansi tertentu di dalam aliran darah. 

Hal ini juga dilakukan agar hasil pemeriksaan laboratorium tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain yang ada pada makanan dan minuman, sehingga hasilnya dapat diinterpretasikan dengan benar oleh dokter.

Beberapa pemeriksaan lainnya yang wajib untuk berpuasa adalah seperti pemeriksaan kolesterol, (profil lipid atau lemak), urea, dan asam urat.

  • Tidak mengonsumsi obat-obatan

Pasien tidak diperkenankan untuk mengonsumsi obat-obatan sebelum melakukan pemeriksaan karena dapat mempengaruhi hasil tes. Namun, jika Anda sedang mengonsumsi beberapa obat yang diresepkan oleh dokter, Anda bisa menginformasikan obat apa saja yang Anda konsumsi kepada pihak laboratorium. Dengan begitu, Anda bisa membantu pihak laboratorium dalam melakukan validasi hasil pemeriksaan.

  • Melakukan pemeriksaan pada pukul 07.00 hingga 09.00 pagi

Waktu yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium adalah pukul 07.00 hingga 09.00. Hal ini dikarenakan pada pagi hari tubuh dalam keadaan basal setelah beristirahat di malam hari. Kadar analit tubuh yang diperiksa di pagi hari akan memberikan hasil yang berbeda jika diperiksa pada siang atau sore hari karena tubuh belum melakukan banyak aktivitas. 

Selain itu, hindari juga merokok, minum kopi dan teh, alkohol, dan permen karet sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium karena dapat mempengaruhi hasil tes. Anda juga disarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat dan menghindari stres sampai proses pemeriksaan selesai.

Rekomendasi Tempat Melakukan Pemeriksaan Laboratorium

Jika Anda berdomisili di wilayah Pekanbaru, Anda bisa melakukan pemeriksaan di Laboratorium Klinik Prodia Pekanbaru Cempaka. Laboratorium Prodia melayani banyak jenis pemeriksaan sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh atau sesuai arahan dokter untuk mendapatkan hasil diagnosa yang pasti mengenai kondisi tubuh Anda. 

Laboratorium Klinik Prodia Pekanbaru Cempaka beroperasi setiap senin hingga jumat pukul 06.30 – 20.00 dan hari sabtu pukul 06.30 – 15.00. Laboratorium klinik ini terletak di Jalan Cempaka No.80 A-C, Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.

Mengenal Ruang Cath Lab yang Ada di RS Indriati

RS Indriati memiliki fasilitas ruang cath lab untuk pemeriksaan pembuluh darah.

RS Indriati bukan hanya rumah sakit yang menyediakan layanan unit jalan dan darurat, tetapi rumah sakit ini memiliki banyak fasilitas lengkap. Salah satu yang dimiliki adalah ruang Cath Lab atau biasa disebut juga ruang Angiografi. Cath Lab adalah ruangan untuk melakukan pemeriksaan pada pembuluh darah arteri tubuh seperti arteri koroner, arteri serebral, arteri perifer dan sebagainya. 

Pada ruangan Cath Lab dapat dilakukan pemeriksaan ruang-ruang jantung pada kasus penyakit jantung bawaan dengan tujuan untuk mengetahui tekanan dan saturasi oksigen di masing- masing ruang jantung. 

Bagi Anda yang belum mengetahui secara detail apa itu ruangan Cath Lab yang dimiliki oleh RS Indriati dan apa saja yang dapat dilakukan melalui pemeriksaannya, lebih detailnya lihat informasi berikut.

Angiografi koroner

Adalah pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mengamati pembuluh darah jantung dengan menggunakan teknologi pencitraan sinar-X. Prosedur ini dilakukan untuk mengamati bagaimana darah mengalir melalui arteri jantung dan menentukan apakah terdapat penyumbatan atau penyempitan arteri. Prosedur ini membantu dalam mendiagnosa dan menangani kondisi yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Efek samping penggunaan fasilitas ruang cath lab

Sama seperti prosedur pemeriksaan medis lainnya, ada beberapa resiko, tetapi masalah serius jarang dijumpai. Kebanyakan orang tidak mempunyai masalah, dan jika dokter telah merekomendasikan pemeriksaan ini, artinya manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan ini jauh lebih besar melampaui resiko yang mungkin terjadi. 

Masalah yang dapat terjadi adalah memar kecil di sekitar tempat penusukan (masuknya kateter), namun biasanya hilang dalam beberapa hari. Benjolan di arteri tempat penusukan atau iritasi pada saraf sekitarnya (dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan lokal yang bersifat sementara). Masalah lain juga jarang dijumpai adalah reaksi alergi terhadap bahan kontras. Masalah yang lebih serius dapat terjadi, terutama pada pasien yang beresiko tinggi, dan hal ini dapat didiskusikan dengan dokter anda.

Persiapan sebelum melakukan angiografi koroner

– Tes darah, Elektrokardiografi, Treadmill, Rontgen dada.

– Datang ke rumah sakit pada pagi hari dan berpuasa 3-4 jam sebelum prosedur.

– Bila anda sudah berada di rumah sakit, dokter akan menjelaskan prosedur yang akan dilakukan dan meminta surat persetujuan tindakan medis.

– Anda akan dicukur pada daerah di mana kateter akan dimasukan, semua perhiasan dilepas dan memakai pakaian khusus.

Prosedur pemeriksaan kateterisasi jantung

– Tindakan hanya dilakukan di ruang angiografi/cath lab.

– Tindakan diawali dengan melakukan pembiusan lokal di pergelangan tangan kanan atau lipatan paha, sehingga pada saat tindakan pasien tetap sadar dan dapat berkomunikasi dengan dokter selama tindakan dilakukan.

– Dokter menggunakan kateter/selang halus yang dimasukan melalui pembuluh darah arteri sehingga mencapai pembuluh darah arteri sehingga mencapai pembuluh darah aorta dan ditempatkan pada posisi muara arteri koroner.

– Zat kontras akan diinjeksikan melalui kateter sehingga pembuluh darah koroner akan terlihat oleh sinar X dan dokter dapat melihat pembuluh darah mana yang tersumbat/ bermasalah.

– Tindakan ini berlangsung ± 30 menit dan dalam keadaan sadar.

Prosedur setelah tindakan kateterisasi

Setelah prosedur, kateter akan dilepas dan Anda mungkin mengalami sedikit pendarahan. Jika demikian, perawat atau dokter akan menekan luka sebentar atau memasukkan sumbat yang disebut angioseal. Selain itu, Anda mungkin diminta untuk tetap berbaring setelahnya, dalam waktu yang singkat setelah angiogram, atau beberapa jam setelah ablasi. 

Anda akan diperbolehkan pulang pada hari yang sama dengan angiogram. Jika Anda pernah menjalani angioplasti, ablasi atau alat pacu jantung atau implantasi ICD, bisa jadi pada hari yang sama atau keesokan harinya. Jika Anda pernah menjalani angioplasti darurat untuk serangan jantung, Anda perlu tinggal di rumah sakit lebih lama.