Tagged: ibu dan bayi

Tips Memilih Sabun Bayi dengan Pemilik Kulit Sensitif

Pernahkah Anda berdiri di lorong supermarket dan bertanya-tanya produk mana yang harus Anda beli untuk sabun bayi? Lagi pula, hampir semua produk bayi memiliki label yang mirip dengan istilah ‘alami’ dan ‘organik’. Akan tetapi, apakah produk tersebut benar-benar alami dan lembut, sehingga benar-benar aman untuk kulit bayi?¬†

Ada banyak produk yang mengklaim terbuat dari 90% bahan alami. Sayangnya, ketika Anda memeriksa daftar bahan, bahan pertama adalah air, yang merupakan satu-satunya bahan alami dan sisanya adalah bahan sintetis. Lantas bagaimana cara memilih sabun bayi yang aman? Berikut tipsnya.

1. Perhatikan bahan pada label

Carilah bahan-bahan yang aman dalam sabun bayi, seperti gliserin, minyak kelapa, minyak sawit organik, shea butter, minyak almond manis, minyak biji jojoba, minyak zaitun, bunga chamomile, oatmeal koloid, madu, ekstrak minyak rosemary, cocoa butter, dan air.

2. Pembatasan penggunaan bahan kimia dan aditif

Carilah sabun yang menggunakan bahan kimia terbatas. Periksa daftar bahan untuk menemukan yang menggunakan bahan kimia minimal sebagai bahan dan hampir tanpa pengawet. Biasanya, sabun batangan alami mengandung lebih sedikit bahan kimia daripada sabun cair. Carilah sabun yang bebas dari pewangi buatan, paraben, ftalat, dan sodium lauryl sulfate.

3. Pilih sabun tanpa pewangi

Mengapa Anda membutuhkan wewangian dalam sabun bayi? Bayi memiliki wangi khas yang alami dan tidak memerlukan wangi tambahan. Selain itu, sebagian besar wewangian yang digunakan dalam sabun adalah sintetis, dan diketahui menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. 

Pewangi mengandung bahan kimia dan bahan aroma tambahan. Kandungan ini bisa membuat si kecil mengalami iritasi kulit dan alergi. Paparan wewangian yang berkepanjangan diketahui mempengaruhi sistem saraf pusat dan memiliki efek potensial pada sistem reproduksi. 

Selain itu, pilihlah sabun bayi hypoallergenic. Jika bayi Anda memiliki kulit sensitif, atau menderita masalah kulit seperti eksim, maka carilah sabun bayi hipoalergenik. 

Bahan sabun bayi yang harus dihindari

Jangan hanya membeli sabun bayi yang populer. Ada banyak sabun bayi memiliki pewarna, pewarna, pengawet, dan bahan kimia lainnya yang bisa sangat keras pada kulit sensitif bayi Anda. Beberapa bahan kimia umum yang perlu Anda waspadai adalah:

1. Triclosan dan Triclocarban

Bahan kimia ini, sering ditemukan dalam sabun antibakteri, terkait dengan toksisitas inhalasi dan masalah hati. American Medical Association (AMA) merekomendasikan untuk membatasi penggunaan produk dengan bahan kimia ini karena diketahui dapat mendorong resistensi bakteri terhadap antibiotik.

2. DEA (Diethanolamine), MEA (Monoethanolamine), TEA (Triethanolamine)

Bahan kimia pengganggu hormon ini, yang ditemukan di banyak sabun dan sampo bayi, diketahui menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, dan bahkan terkait dengan kanker.

3. Phthalates dan Parabens

Phthalates dan paraben telah diklasifikasikan sebagai zat yang sangat beracun. Hal ini disebabkan karena paraben meniru estrogen. Kandungan ini dapat bertindak sebagai pengganggu sistem hormon (endokrin) potensial.

4. Pewangi 

Tambahan pewangi dalam sabun bayi dapat menyebabkan alergi dan iritasi kulit, mata, dan paru-paru, bahkan toksisitas sistem organ non-reproduksi.

5. Sodium Lauryl Sulfate dan Sodium Laureth Sulfate

SLS dan SLES adalah bahan yang tergolong beracun dan berbahaya, dan diketahui menyebabkan iritasi di sekitar mata dan kulit.

6. Retinil Palmitate

Bahan yang terdiri dari asam palmitat dan retinol. Bahan ini terkait dengan perubahan tingkat biokimia dan seluler. Juga dikenal sebagai racun reproduksi manusia.

7. DMDM Hydantoin

Dikenal sebagai donor formaldehida, turunan formaldehida ini terkait dengan nyeri dada, pusing, kurang tidur, sakit telinga, sakit kepala, dan kelelahan kronis.

8. Polyethylene Glycol dan Propylene Glycol

Polyethylene Glycol (PEG) menghilangkan minyak pelindung dari kulit dan rambut anak, membuatnya lebih rentan terhadap racun. Propylene Glycol, zat aktif dalam antibeku, dapat menyebabkan kelainan ginjal, hati, dan otak.

Bahan-bahan lain yang dianggap tidak aman di dalam sabun bayi antara lain sebagai berikut:

Cocamidopropyl betaine, kuarternium-15, kalium sorbat, tokoferil asetat, natrium benzoat, natrium laktat, fenoksi etanol dan petrokimia.