Tagged: pola asuh anak

Manfaat Alat Musik, Mainan Edukasi Anak untuk Segala Umur

Mainan edukasi anak seperti alat musik dapat memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. Namun, manfaat itu tidak datang dari hanya duduk di kelas musik dan mengangguk bersama, melainkan anak-anak harus terlibat dengan alat musik secara aktif. Pasalnya, anak yang aktif bermain musik, termasuk mendengarkan lagu dan bernyanyi memiliki banyak manfaat selama masa tumbuh kembangnya, seperti berikut.

Manfaat alat musik sebagai mainan edukasi anak

1. Mengajarkan kesabaran

Memainkan alat musik berarti harus bertahan selama berjam-jam, berhari-hari dan mungkin bertahun-tahun untuk berlatih dan benar-benar bisa. Artinya anak-anak harus memiliki kesabaran saat belajar. Biola adalah alat musik yang dapat mengajarkan kesabaran, karena ia tidak hanya dibutuhkan latihan untuk mempelajari cara memegang busur dan menggesek senar untuk membuat suara, tetapi banyak hal lain di luar itu. Anda juga bisa membiarkan mereka belajar bermain piano maupun gitar.

2. Melatih tanggung jawab

Melatih anak untuk rutin belajar menggunakan alat musik akan melatihnya bertanggung jawab. Anak-anak akan belajar untuk mengikuti jadwal latihan, baik di rumah atau mengikuti pelajaran di tempat les. Misalnya, jika anak Anda menunjukkan minat untuk belajar bermain seruling, ajari mereka tanggung jawab untuk membersihkan serulingnya secara teratur dengan menggunakan kain.

3. Meningkatkan harga diri

Mempelajari instrumen melatih anak untuk berlatih, mendengarkan umpan balik, membuat penyesuaian, dan melihat perubahan positif. Ketika skill mereka dalam bermain alat musik sudah meningkat, makan ia akan merasa lebih percaya diri dan meningkatkan harga diri. Piano adalah contoh yang bagus, karena merupakan instrumen yang sering digunakan untuk pertunjukan. Jika anak Anda tertarik bermain piano, pertimbangkan model mana yang paling cocok di rumah Anda. Sementara grand piano dan baby grand piano terdengar serupa, piano yang lebih kecil menghasilkan volume yang lebih sedikit dan cenderung terdengar lebih tajam.

4. Meningkatkan keterampilan membaca

Untuk memainkan alat musik, anak-anak akan meningkatkan pemahaman mereka dengan belajar memainkan lembaran musik, yang memerlukan identifikasi not pada halaman dan mengaitkannya dengan nada pada alat musik mereka. Saat keterampilan mereka berkembang, mereka akan mulai membaca dan bermain dengan lebih lancar.

5. Belajar budaya melalui musik

Musik adalah cerminan sejarah dan budaya. Saat mengekspos anak-anak pada musik, Anda mengajari mereka tentang jazz, blues, dan bahkan budaya zydeco. Melalui budaya ini, anak-anak dapat mengembangkan apresiasi yang lebih besar untuk instrumen mereka. Untuk pelajaran kombo musik dan budaya, pertimbangkan sitar, instrumen yang mirip dengan gitar dan umumnya hanya memiliki tiga senar. Anak bisa belajar budaya melalui musik, dalam suasana rileks dan menyenangkan. 

6. Meningkatkan koordinasi

Memainkan alat musik berarti otak harus bekerja dengan cepat dan efisien. Anak-anak harus berkonsentrasi membaca musik dan mengubah nada menjadi gerakan fisik bermain. Alhasil, anak-anak dapat secara signifikan meningkatkan koordinasi tangan-mata mereka. Trombon merupakan contoh yang baik — alih-alih kunci atau senar, tabung geser trombon harus dipindahkan ke posisi yang tepat pada waktu yang tepat untuk mencapai nada yang benar.

7. Melatih keterampilan berhitung

Memainkan alat musik tampaknya sebuah kegiatan kreatif dan sering digabungkan dengan mempromosikan sisi artistik anak-anak. Tetapi musik juga memiliki kesamaan dengan matematika. Mainan edukasi anak ini memungkinkan mereka untuk berpikir kritis dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Anak-anak harus menghitung, memahami ketukan, mendengarkan tangga nada, dan bermain dengan ritme, yang semuanya diukur dalam angka. Drum adalah contoh yang sangat baik, karena pengaturan waktu sangat penting untuk membuat suara yang tepat dan menciptakan tempo yang kohesif.