Tak Perlu Cemas, Ini Cara Mengobati Tongue Tie

Tongue tie merupakan suatu kondisi yang bisa terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini akan membuat gerakan lidah bayi menjadi terbatas. Alhasil, bayi akan kesulitan untuk makan atau menyusui serta berbicara nantinya.

Sebagian orang beranggapan bahwa kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, sebenarnya akan lebih baik kalau Anda membawa bayi Anda ke dokter guna mendapatkan pertolongan medis. 

Upaya pengobatan tongue tie pada bayi

Ada dua cara yang bisa dilakukan oleh dokter guna mengobati kondisi tongue tie pada bayi. Kedua cara tersebut antara lain: 

Frenotomy

Frenotomy merupakan prosedur dasar yang bisa dilakukan di klinik dokter. Prosedur ini dilakukan dengan memotong frenulum, bagian kulit yang ketat dan pendek yang menghubungkan lidah bagian bawah ke bawah mulut. 

Frenulum tidak memiliki banyak saraf dan pembuluh darah. Jadi, ketika dipotong, tidak akan menimbulkan rasa sakit. Darah yang keluar pun tidak akan terlalu banyak, hanya satu atau dua tetes saja.

Bayi bisa saja diberikan obat khusus untuk membuat lidah menjadi mati rasa ketika menjalankan prosedur ini. Setelah prosedur selesai, bayi bisa langsung kembali menyusui tanpa memerlukan waktu lama untuk proses pemulihan. 

Frenuloplasty

Prosedur ini dilakukan apabila frenulum pada lidah bayi Anda terlalu tebal, sehingga sulit untuk dipotong dengan cepat. Sebelum melakukan frenuloplasty, dokter akan terlebih dahulu memberikan obat khusus pada bayi.

Obat khusus tersebut akan membuat bayi tidur sepanjang waktu. Kemudian, saat bayi tertidur, dokter akan menggunakan alat khusus untuk memotong frenulum. 

Setelah itu, luka bekas frenulum yang dipotong akan dijahit dengan alat jahit khusus yang bisa larut dengan sendirinya setelah beberapa waktu. 

Ketika Anda membawa bayi Anda ke dokter, dokter akan menentukan apakah bayi Anda perlu menjalankan frenotomy atau frenuloplasty. Pemilihan metode pengobatan akan didasarkan pada tingkat keparahan kondisi bayi Anda.

Mengapa bayi bisa mengalami tongue tie?

Sebenarnya, tidak diketahui dengan pasti apa yang membuat bayi mengalami kondisi ini. Biasanya ini terjadi langsung ketika bayi dilahirkan. Dokter bisa mendeteksinya ketika melakukan pemeriksaan menyeluruh pada bayi yang baru lahir. 

Menurut penelitian, bayi laki-laki memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengalami kondisi ini. Selain itu, tongue tie juga mungkin terjadi akibat faktor genetik.

Apabila bayi Anda menderita kondisi ini, Anda tidak perlu khawatir. Karena, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi. Selain itu, pengobatannya juga bisa dilakukan dengan mudah.

Sebaiknya, jangan abaikan gejala yang dialami oleh bayi Anda. Karena, apabila tidak diobati, kondisi ini bisa menimbulkan efek jangka panjang berupa:

Kesulitan makan

Saat bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat, mereka akan mudah tersedak dan batuk akibat kondisi lidah ini. Bahkah, saat masih menyusui pun, bayi hanya bisa menyusui dalam jumlah yang terbatas. 

Kesulitan berbicara

Karena gerakan lidah terbatas, anak akan kesulitan menyebutkan beberapa huruf. Contohnya seperti huruf D, L, N, R, S, dan T. Akibatnya, anak akan jadi kesulitan untuk berbicara. 

Apabila Anda ingin anak tumbuh dan berkembang dengan sehat, jangan abaikan kondisi ini. Lakukan pemeriksaan ke dokter dan ikuti anjuran dari dokter untuk melakukan upaya pengobatan pada bayi Anda. Selama Anda sigap dalam menyadari kondisi tongue tie pada bayi Anda, bayi Anda bisa mendapatkan pertolongan secepat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *